Breaking
Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.   •   Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.

Menikmat Kawasan Kota Tua Sekaligus Festival Kuliner Waroeng Semawis di Kota Semarang

Author

calendar_today Jul 17, 2018
schedule 22:42

Kota Semarang terdapat begitu banyak kawasan kota tua dimana masih ada beberapa bangunan peninggalan Belanda yang berdiri kokoh. Sebagian sudah tak digunakan dan dibiarkan kosong tetapi ada pula yang malah dimanfaatkan untuk berbagai macam kegiatan, seperti area perkantoran, gudang, pabrik, penyimpanan, cafe, dan tempat wisata unik. Anda dapat mengunjungi Lawang Sewu, bangunan Belanda dengan ukuran besar dan terdapat raturan pintu di dalamnya. Selain itu, terdapat pula daerah menarik yaitu Waroeng Semawis atau orang Semarang menyebutnya dengan Pecinan. Disebut begitu karena tempat tersebut memang merupakann kawasan penduduk Tionghoa asli yang sudah tinggal sejak jaman dahulu kala sampai sekarang. Jadi ketika Anda dan keluarga datang kemari maka jangan heran jika banyak etnis Tionghoa yang masih menggunakan bahasa Cina dalam kehidupan sehari-hari.

  • Semawis Surganya Kulineran Malam

Waroeng Semawis tidak dibuka setiap hari, hanya pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu saja karena merupakan masa akhir pekan. Lagipula tidak memungkinkan untuk membukanya setiap waktu karena kawasan tersebut masih digunakan untuk permukiman warga sekitar sehingga akan menganggu jalannya aktivitas harian. Semawis akan mulai ramai sekitar pukul 6 sore dan tutup pada tengah malam. Banyak orang mendatangi objek kulineran tersebut, terutama para anak muda bahkan anggota keluarga dan sanak saudaranya. Mereka akan menghabiskan malam Minggu dengan jalan-jalan menikmati indahnya kota tua ala etnis Tionghoa Semarang sembari mencicipi makanan khas mereka. Bahkan sebagian besar para penjualnya adalah keturunan Cina sehingga beberapa diantaranya menjual panganan tradisional seperti bakchang, sate babi, dimsum babi, kulit babi panggang, dll. Bagi wisatawan muslim jangan langsung underestimate terlebih dahulu karena masih ada makanan halal lain yang dijual bebas dan beraneka ragam, seperti nasi gudheg, nasi goreng, makanan Korea, sushi, ramen, es puter, nasi dan bubur ayam, soto, bakso, penyetan, dan banyak sekali lainnya. Bahkan beberapa panganan legendaris dan berasal dari warung terkenal juga membuka stand makanan di Semawis.

Jika berkunjung dan sedang berlibur panjang di Semarang, jangan pernah lewatkan kesempatan makan di Waroeng Semawis atau kawasa Pecinan.

Related Articles