Breaking
Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.   •   Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.

Memahami Kondisi Psikologis Orang yang Terlalu Lama Work From Home (WFH)

Author

calendar_today Apr 12, 2020
schedule 13:44

Seminggu pertama bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH), orang masih merasa betah lantaran dapat lebih banyak menggunakan waktu bersama keluarga. Masalah memilih pakaian kerja, makeup sebelum pergi ke kantor, sampai berjibaku di dalam moda angkutan yang padat, tidak lagi terasa.

Sesudah nyaris satu bulan melakukan WFH, para karyawan mulai merasa jenuh. Suatu yang tadinya dirasa mengasyikkan berubah jadi kekhawatiran hingga stress. Sebenarnya apa yang terjadi pada psikologis orang yang terlampau lama WFH dalam masa wabah corona ini?

Psikolog Doreen Marshall menyatakan perubahan mood atau suasana hati dan benak itu wajar terjadi. Kita menempuh keadaan baru yang semuanya tidak tentu, wajar bila orang-orang lebih mudah merasakan stress, kekhawatiran, malahan depresi.

Orang menyenangi kejelasan. Kita terprogram untuk mau mengetahui apa yang terjadi dan memerhatikan hal-hal yang terasa membahayakan untuk kita. Saat suatu jadi terasa tidak tentu atau tidak merasa aman, wajar bila kita merasa stress.

Sebagian besar kekhawatiran yang kita rasakan khususnya dalam masa wabah corona ini bersumber dari apa yang kita pikir dapat dikendalikan, tetapi sebenarnya tidak dapat. Pandemi virus corona menjadikan kita tidak berdaya dan tidak percaya mengenai apa yang akan terjadi atau apa yang bisa kita kerjakan.

Pada waktu seperti ini, kesehatan mental dapat terhambat. Anda barangkali merasa lebih takut ketimbang biasanya, marah, tidak berdaya atau berkecil hati. Bila berlarut-larut, hal ini akan menjadikan kita merasa lebih tertekan dan kurang termotivasi melaksanakan aktivitas tiap-tiap hari. Guna menanggulanginya, Marshal Doreen menganjurkan tiap-tiap orang berfokus pada hal-hal yang bisa dikontrol dalam kebiasaan sehari-hari.

Related Articles