Breaking
Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.   •   Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.

Gaul Jaman Now dalam Pandangan Islam

Author

calendar_today Nov 15, 2018
schedule 22:09

Tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah "gaul" yang ada di masyarakat. Trend ini tengah membumi di kalangan masyarakat apalagi pada remaja atau ABG. Trend itu berkembang mulai dari cara berpakaian seperti model baju, celana ketat, rok mini dan lain-lain. Lalu, sebenarnya tahu tidak arti dari gaul itu sendiri? Ada yang berpendapat bahwa gaul itu dapat didefinisikan sebagai orang yang memiliki banyak orang teman dan memiliki wawasan yang luas. Ke manapu dan di manapun ia berada selalu dikenal orang. 

Kemudian ada juga yang bilang kalo gaul itu berarti mengikuti perkembangan zaman. Bisa dikatakan bahwa orang yang gaul adalah orang selalu megikuti perkembangan zaman di era modern ini. Pada sebagian orang, gaul memiliki pengertian orang yang selalu update status di media sosial, berpakaian modis dan stylish dan bahkan suka keluar malam atau dugem. 

Nah, bagaimana gaul yang menurut Islam? Di dalam Islam arti kata gaul ini berati mempunyai prinsip. Dan sebagai seorang muslim harus memiliki cara gaul yang sesuai dengan syariat Islam yaitu dekati dan akrabi ilmu agama khususnya Al Quran dan As Sunnah. Bila pramuka aja mempunyai prinsip "Satyaku kudharmakan, dharmaku kubaktikan" masa sebagai seorang muslim tidak mempunyai prinsip.

Prinsip yang seharusnya dipegang oleh seorang muslim adalah hidup mulia atau mati syahid. Dan untuk menjadi seorang muslim yang gaul dapat dicerminkan dengan sifat-sifat berikut ini, yaitu :

1.Salimul Aqidah (aqidah yang bersih)

Merupakan suatu hal yang harus dimiliki oleh seorang muslim karena dengan demikian maka akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah SWT. Sehingga dengan ini tidak akan menyimpang dari ketentuan-Nya. Menyerahkan segala tindakan dan perbuatan hanya kepada Allah SWT sebagimana tersebut dalam firman-Nya :

"Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, semua bagi Allah Tuhan semesta alam." (QS Al An'am 162)

2.Sahihul Ibadah (ibadah yang benar)

Rasulullah dalam satu hadistnya bersabda :

"Shalatlah kamu sebagaimana melihat aku shalat." 

Penafsiran dari kalimat tersebut adalah bahwa dalam melaksanakan suatu peribadatan haruslah merujuk pada sunnah Rasulullah yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan.

Selain itu juga bahwa muslim yang gaul harus mempunyai prinsip yang berdasarkan pada Al Quran dan Sunnah, bukan asal prinsip.

 3.Matinul Khuluq (akhlak yang kokoh)

Adalah suatu sikap atau prilaku yang harus dimiliki oleh seorang muslim, khususnya oleh generasi muda. Sifat ini berhubungan dengan Allah SWT dan juga dengan makhluk-makhluk-Nya. Seorang insan manusia akan hidup bahagia bila memiliki akhlak yang mulia.

4.Qowiyyul Jismi (kekuatan jasmani)

Dengan memiliki kekuatan jasmani yang baik maka akan memiliki daya tahan tubuh yang baik sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal. Entah itu shalat, puasa, zakat dan haji yang merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dalam keadaan sehat fisik. 

5.Mujahadatul Linafsihi (berjuang melawan hawa nafsu)

Merupakan salah satu kepribadian yang harus ada pada setiap muslim. Karena sifat ini adalah kesungguhan dalam melawan hawa nafsu. Seperti misalnya ada teman kita yang berpacaran maka tentunya sebagai seorang muslim yang mempunyai sifat ini akan dapat menghindari untuk mengikuti hal tersebut. karena dalam Islam tidak ada yang namanya pacaran.

6.Harishun Ala Wagtihi (pandai menjaga waktu)

Manusia memiliki waktu selama 24 jam dalam sehari dan tidak sedikit orang yang melalaikannya. Setiap muslim dituntut untuk dapat mengelola waktunya sebaik mungkin sehingga waktu yang ada dapat dipergunakan seefektif mungkin. Waktu yang ada dipergunakan untuk hal-hal yang bermanfaat. Manfaatkan lima perkara sebelum datangnya lima perkara yaitu waktu hidup sebelum mati, sehat sebelum datang sakit, muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin.

7.Nafi'un Lighoirihi bermanfaat bagi orang lain)

Mempunyai arti bahwa dengan menjadi seorang muslim seyogyanya mempersiapkan diri serta berusaha semaksimal mungkin untuk dapat bermanfaat dan mengambil peran yang baik dalam bermasyarakat. Sebagaimana sabda Rasulullah bahwa "Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain." (HR Qudhy dari Jabir).
 

Related Articles

Religi

Al-Qur’an di Genggaman Tapi Kenapa Masih Jarang Dibaca Padahal Scroll Nggak Pernah Absen

Read more arrow_forward