Breaking
Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.   •   Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.

Dedi Mulyadi Usul Hapus PR, Mendikdasmen: Bisa Diganti Tugas Literasi di Rumah

Author

calendar_today Jul 05, 2025
schedule 03:10

Rencana Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), untuk menghapus pekerjaan rumah (PR) bagi siswa sekolah di wilayahnya mengundang beragam respons. Salah satunya datang dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, yang tidak mempermasalahkan kebijakan tersebut selama ada alternatif tugas pengganti yang tetap mendukung proses belajar siswa.

“PR-nya nanti bukan mengerjakan soal seperti biasa, bisa diganti tugas membaca buku,” ujar Abdul Mu’ti saat ditemui di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Selasa (24/6/2025).

Menurut Mu’ti, tugas seperti membaca buku dan menuliskannya kembali justru sejalan dengan tujuan pendidikan yang mendorong peningkatan literasi dan pembelajaran mendalam (deep learning). Ia menegaskan bahwa tugas tersebut bisa memberikan manfaat lebih dibanding sekadar menjawab soal.

“Dengan membaca buku, lalu menuliskannya kembali, siswa didorong memahami dan merefleksikan isi bacaan. Ini bagian dari pendekatan literasi yang kuat,” jelasnya.

Mendikdasmen menilai perbedaan pandangan soal PR adalah hal wajar dalam dunia pendidikan. Ia terbuka terhadap berbagai gagasan yang dapat meningkatkan kualitas belajar siswa, termasuk usulan dari kepala daerah.

“Kalau ada yang mengatakan tidak boleh ada PR, ya enggak apa-apa, beda pendapat saja. Yang penting ada tujuan pembelajaran yang tetap dicapai,” kata Mu’ti.

Sementara itu, KDM menyebut bahwa penghapusan PR bertujuan memberi siswa waktu luang di luar sekolah agar mereka bisa mengembangkan diri secara lebih seimbang. Ia ingin anak-anak bisa lebih rileks di rumah tanpa tekanan dari pekerjaan sekolah.

“Di rumah, anak bisa baca buku, olahraga, atau membantu orang tuanya. Tidak semua urusan sekolah harus dibawa pulang,” kata KDM pada Rabu (4/6/2025).

Ia menegaskan bahwa polemik bukan hal yang perlu dikhawatirkan. “Pro dan kontra itu biasa dalam setiap kebijakan,” ujar KDM.

Usulan KDM ini menjadi bahan diskusi menarik dalam dunia pendidikan, terutama dalam menciptakan pendekatan pembelajaran yang sehat dan tidak membebani siswa.

Related Articles

Pendidikan

Tren Terbaru dalam Manajemen Reputasi Online untuk Memperbaiki Citra Perusahaan yang Rusak

Read more arrow_forward